TEORI
EKONOMI DAN BISNIS
PENGERTIAN EKONOMI
Secara umum ilmu
ekonomi atau ekonomika dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang usaha-usaha
manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan adanya alat-alat pemuas kebutuhan
yang langka (scarce). Pengertian lain bahwa ilmu ekonomi mempelajari bagimana
cara setiap individu atau segolongan masyarakat mengalokasikan sumber daya yang
terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia
Adapun beberapa
pengertian ekonomi menurut beberapa pendapat :
Ø Menurut Musselem dan Hughes : “ Ekonomi adalah
ilmu yang mempelajari cara masyarakat mengalokasikan sumber-sumber yang
terbatas untuk keperluan produksi dan distribusi barang dan jasa.”
Ø Menurut Willian F School (1993 : 17), “Ekonomi
adalah study ilmu yang menganalisa kegiatan orang dalam hubungan dengan
memproduksi, menabubg dan membelanjakan uangnya.”
Ø Jadi Ilmu ekonomi : ilmu yang mempelajari
masyarakat dalam usaha mencapai kemamuran.
PENGERTIAN BISNIS
Bisnis adalah semua lembaga, besar atau
kecil, dengan berbagai variasi bidang kegiatan
yang menciptakan barang atau jasa dengan tujuan untuk mendapatkan laba
Menurut Hughes dan Kapoor menyatakan: “Businiss in the organized
effort up individuals to produco and sell for a profit, the goods and services
that satisfy society’s need. The general term busines refers to all such
efforti within a socienty or within and industry”. “Bisnis adalah suatu kegiatan usaha
individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna
mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara umum
kegiatan ini ada dalam masyarakat dan ada dalam industri”.
Untuk menjalankan kegiatan bisnis harus mengkombinasikan empat macam
sumber ekonomi/faktor-faktor produksi :
1.
Sumber daya
alam /material
2.
Sumber daya
manusia
3.
Modal
4.
Managerial
skill
Bisnis melaksanakan fungsi-fungsi dan aktivitas-aktivitas
yang mempunyai kesamaan dan menggunakan faktor produksi (input) untuk memproduksi barang
jadi atau jasa. Aktivitas-aktivitas tersebut adalah:
Ø menciptakan barang atau jasa..
Ø memasarkan barang atau jasa kepada
konsumen.
Ø menghitung semua transaksi
kewrigan.
Ø merekrut, melatih, dan menilai
karyawan.
Ø memproses informasi.
Fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh bisnis adalah:
Ø merencanakan apa yang ingin
dicapai.
Ø mengorganisasi somber daya.
Ø menyediakan tenaga keda untuk
mengoperasikan bisnis.
Ø mengarahkan orang untuk menjalankan
bisnis
Ø memonitor kemajuan-kemajuan yang
dicapai.
Semua bisnis menggunakan faktor-faktor produksi, yaitu
input atau sumber daya yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa Empat sumber daya
tersebut, yaitu : tanah, tenaga, kerja, modal, dan kewirausahaan.
SISTEM EKONOMI
Masalah ekonomi merupakan
masalah mendasar yang terjadi disemua negara. Oleh karena itu, dalam menyikapi
permasalahan ekonomi tiap negara, masing-masing negara menganut sistem ekonomi
yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan.
Secara toritis, pengertian
sistem ekonomi dapat dikatakan sebagai perpaduan dari aturan–aturan atau
cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam
perekonomian. Sedangkan menurut Gilarso
( 1992:486 ) sistem ekonomi adalah keseluruhan cara untuk mengordinasikan
perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan
sebagaiannya) dalam menjaankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi,
konsumsi, investasi, dan sebagaiannya) sehingga menjadi satu kesatuan yang
teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari. Lalu menurut Mc Eachren,
sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi
untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa
diproduksi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa
sistem ekonomi adalah metode yang mengatur bagaimana mengalokasikan sumber daya (tanah, tenaga kerja, modal,
dan kewirausahaan) untuk memuaskan kebutuhan masyarakat. Sistern ekonomi yang
dipilih suatu negara ditentukan atas dasar pertanyaan- pertanyaan berikut :
Ø Barang dan jasa apa yang diproduksi
?
Ø Berapa banyak barang atau jasa yang
diproduksi ?
Ø Siapa yang memproduksi barang atau
jasa tersebut ?
Ø Siapa yang akan menerima barang dan
jasa yang telah diproduksi ?
Faktor – faktor yang
Mempengaruhi Sistem Ekonomi
Perbedaan
sistem ekonomi terjadi lebih disebabkan karena perbedaan nilai – nilai hidup
antara suatu kelompok masyarakat atau negara. Faktor – faktor yang mempengaruhi
pemakaian suatu sistem ekonomi antara lain :
1. Faktor
Intern, meliputi :
a. lembaga ekonomi
b. lembaga sosial
c. lembaga ide
d. kebijakkan pemerintah
2. Faktor
Ekstern, meliputi :
a. keadaan politik
b. falsafah negara
c. hukum yang berlaku
d. politik luar negeri
Selain faktor
produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut
mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned
economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor
produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market
economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang
dan jasa melalui penawaran dan permintaan
Didunia ini ada beberapa sistem ekonomi, yaitu (1)
kapitalis (capitalism), (2) komunis (communism), dan (3) sosialis (socialism)
ciri-ciri yang membedakan ketiga sistem ekonomi yang Satu dengan yang lainnya , adalah :
pengendalian faktor-faktor, produksi dan interaksi antara bisnis, pemerintah, dan
konsumen (pemakai barang dan jasa).
1. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem, ekonomi kapitalis atau dikenal juga
dengan private enterprise system adalah Sistem ekonomi yang memperbolehkan faktor produksi
dimiliki secara perorangan (swasta). Dalam sistem kapitalis sempurna,
keputusan-keputusan ekonomi, dapat diambil secara bebas menurut kekuatan pasar,
yaitu permintaan dan penawaran. keputusan yang dapat diambil, adalah : apa yang akan
dihasilkan, berapa, dengan biaya berapa, siapa yang akan menggunakan atau
membelinya. Jadi dalam sistem ekonomi kapitalis sempurna, satu-satunya yang memegang kendali
adalah pasar. Pemerintah dalam hal ini tidak, akan turut campur (menggunakan pendekatan
laissez-faire)
2. Sistem Ekonomi Komunis
Sistem ekonomi komunis adalah
sistem ekonomi yang penggunaan faktor produksi dikendalikan oleh pemerintah. Tanah, tenaga
keera, modal dimiliki oleh, pemerintah dan kewirausahaan disediakan oleh pemerintah.
Semua keputusan-keputusan ekonomis diambil oleh pemerintah, misalnya hal-hal
mengenai produksi, distribusi,, konsumsi, dan kepemilikan. Dalam hal ini pasar
(penawaran, permintaan, dan pesaingan) tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi sistem.
3. Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis adalah
sistem ekonomi, yang kepemilikan sebagian besar bisnis ada di tangan perorangan
(swasta), tetapi pemerintah mengendalikan pengoperasian dan pengaturan
industri-industri tertentu (industri-industri dasar). Pemerintah dalam hal ini
akan memegang kendali industri-industri tersebut, dimana barang dan jasa yang
dihasilkan digunakan oleh masyarakat luas. Contoh industri-industri yang dikendalikan
pemerintah misalnya;
pertambangan, transportasi; komunikasi, kesehatan, dan perusahaan milik negara.
4.
Sistem Ekonomi Pancasila
1.
Penafsiran Sistem Ekonomi Pancasila Menurut Widjojo Nitisastro
Menurut Widjojo Nitisastro, sistem ekonomi Pancasila
adalah sistem ekonomi berdasarkan usaha bersama seluruh masyarakat, dengan
tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat (peningkatan pendapatan per kapita)
dan pembagian yang merata daripada apa, yang
diperoleh dari usaha bersama itu (pembagian pendapatan yang merata), dengan negara memainkan peranan aktif dalam memimpin dan
melaksanakan pembangunan ekonomi.
2.
Penafsiran Sisitem Ekonomi Pancasila Menurut Mubyarto
Menurut Mubyarto ciri sistem
ekonomi Pancasila, adalah:
a.
Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral.
b.
Kehendak kuat dari seluruh masyarakat ke arah keadaan
pemerataan sosial, sesuai asas-asas kemanusiaan.
c.
Prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang
tangguh yang berarti nasionalisme menjiwai tiap kebijaksanaan ekonomi.
d.
Koperasi merupakan soko guru perekonomian dan merupakan bentuk paling
konkrit dari usaha bersama.
e.
Adanya imbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional
dengan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk menjamin
keadilan ekonomi dan sosial.
Sistem Ekonomi di Indonesia
Sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi PancasilaHal yang mendasari sistem ekonomi di Indonesia adalah Undang-Undang Dasar
1945 pasal 33, yaitu:
a)
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b)
Cabang-cabang produksi yang penting bagi. Negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak.dikuasai negara.
c)
Bumi dan air dan -kekayaan slam yang terkandung di
dalamnya dikuasai, oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-bestir kemakmuran
Rakyat.
Sistem ekonomi Indonesia menekankan pada kemakmuran masyarakat, bukan kemakmuran orang per orang. Sebab itu
perekonomian Indonesia disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan. Menurut dasar inilah, maka koperasi adalah, bentuk
lembaga bisnis yang paling sesuai.
Beberapa cabang produksi yang penting akan dikuasai oleh
negara, yaitu cabang-cabang produksi
yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. Apabila tidak dikuasai oleh negara, maka dikuatirkan akan
jatuh ke tangan orang yang berkuasa dan rakyat akan tertindas. Jadi,
rakyat secara orang per orang diperbolehkan untuk memiliki bisnis yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak.
Kekayaan alam (bumi, air, dan kekayaan alam) yang terkandung adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat, jadi bagian ini harus
dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besamya
untuk kemakmuran rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar