Jumat, 01 November 2013

Tugas Kelompok Ekonomi Moneter

MATA UANG CINA

Negara Republik Rakyat Cina termasuk negara yang besar dan banyak sekali penduduknya. Di negara ini, mata uang yang digunakan adalah Yuan. Istilah Yuan biasanya juga dikenal dengan sebutan Renminbi yang disingkat RMB di RRC. Yuan merupakan mata uang resmi Republik Rakyat Cina. Mata uang resmi RRC ini diatur dan dicetak oleh Bank Rakyat Cina.
Renmimbi pertama kali diperkenalkan bank sentral China tahun 1948, setahun sebelum berdirinya Republik Rakyat China (People’s Republic of China).
Satu Yuan Renminbi dibagi menjadi 10 jiao atau 100 fen. Saat ini koin Yuan Renminbi adalah 1 jiao. Seperti pada mata uang resmi negara lainnya, mata uang Yuan yang digunakan oleh RRC ini juga diterbitkan dalam dua macam yaitu uang kertas dan uang koin.
Perlu diketahui juga bahwa istilah Yuan dalam bahasa Tionghoa sebenarnya berarti koin bundar. Pecahan mata uang Yuan yang beredar dalam sirkulasi mata uang di RRC saat ini adalah 0.01 Yuan, 0.05 Yuan, 0.10 Yuan, 0.50 Yuan, dan 1 Yuan. Sementara itu uang kertas Yuan Renminbi yang beredar saat ini adalah mulai dari 1 Yuan, 5 Yuan, 10 Yuan, 20 Yuan, 50 yuan, dan 100 yuan.
 
Tabel Konversi Mata Uang Dari Chinese Yuan (CNY)
Ke Berbagai Mata Uang Negara Lain

Dari
Ke
Kode
Rate
1 CNY
Chinese Yuan
TRY
3.0603
0.3268
Chinese Yuan
THB
0.1961
5.1002
Chinese Yuan
CHF
6.7667
0.1478
Chinese Yuan
SEK
0.9560
1.0460
Chinese Yuan
KRW
0.0057
174.5041
Chinese Yuan
ZAR
0.6164
1.6223
Chinese Yuan
SGD
4.9113
0.2036
Chinese Yuan
RUB
0.1901
5.2611
Chinese Yuan
PHP
0.1414
7.0739
Chinese Yuan
NOK
1.0322
0.9688
Chinese Yuan
NZD
5.0331
0.1987
Chinese Yuan
MXN
0.4714
2.1215
Chinese Yuan
MYR
1.9333
0.5172
Chinese Yuan
JPY
0.0622
16.0870
Chinese Yuan
IDR
0.0005
1,823.0903
Chinese Yuan
INR
0.0991
10.0936
Chinese Yuan
HUF
0.0286
34.9606
Chinese Yuan
HKD
0.7858
1.2726
Chinese Yuan
EUR
8.3425
0.1199
Chinese Yuan
HRK
1.0993
0.9097
Chinese Yuan
USD
6.0900
0.1642
Chinese Yuan
CAD
5.8558
0.1708
Chinese Yuan
BGN
4.2887
0.2332
Chinese Yuan
GBP
9.8226
0.1018
Chinese Yuan
BRL
2.7936
0.3580
Chinese Yuan
AUD
5.8000
0.1724

PENGARUH MATA UANG CHINA TERHADAP DUNIA

Mata yang Renminbi atau Yuan ini pernah dipatok dalam nilai 8.28 terhadap Dolar AS. Patokan nilai Yuan terhadap Dolar AS tersebut berlangsung selama 11 tahun yakni sampai tanggal 21 Juli 2005.
Adanya patokan jangka panjang tersebut, membuat mata uang Yuan mendapatkan kecaman dari pihak Amerika Serikat yang notabene adalah pemilik atau negara yang menggunakan Dolar AS sebagai mata uang resmi disana. Amerika Serikat menganggap bahwa hal tersebut dilakukan oleh Tiongkok dalam upaya untuk menjaga supaya barang – barang hasil produksi dari negara tersebut tetap dapat dijual murah di pasar Internasional. Sejak jaman dulu, RRC memang sudah menjadi negara yang menjual produk – produknya ke luar negeri dengan harga yang relatif terjangkau.
Selama ini, Pemerintah China dianggap tidak ‘fair’ dalam menetapkan kebijakan mata uangnya. Mata uang China dijaga sedemikian rupa agar tetap ‘murah’, atau ‘undervalued’. Nilai tukar atau kurs mata uang China sejauh ini dipatok (peg) sebesar 6,77 per US Dollar.
Dengan kebijakan tersebut, tak heran bila dalam persaingan perdagangan internasional, China selalu menang. Barang-barang China selalu lebih murah dari yang diproduksi di negara-negara lain. Kebijakan mata uang China ini melengkapi keungguluan biaya produksi yang murah, termasuk biaya tenaga kerjanya. Walaupun, biaya tenaga kerja di China mungkin ke depan tak akan bisa murah lagi dengan semakin merebaknya tuntutan kenaikan upah buruh dan aksi pemogokan buruh di China akhir-akhir ini. Dengan ‘paket’ kebijakan ini, tak heran perdagangan China selalu mencatat surplus, sementara mitra dagangnya, terutama Amerika Serikat (AS), mencatat defisit. Artinya China selalu lebih banyak menjual barang (ekspor) ke negara lain dibandingkan dengan barang yang dibeli (impor) dari negara lain.
Tak heran bila cadangan devisa China terus menumpuk hingga saat ini mencapai 2,45 triliun US Dollar dan 70% nya konon dalam denominasi US Dollar. Suatu jumlah yang luar biasa dan merupakan sepertiga dari jumlah cadangan devisa dunia. Bandingkan dengan cadangan devisa Indonesia yang saat hanya ini sekitar 76 milyar US Dollar. Angka cadangan devisa ini merupakan jumlah tertinggi yang pernah terjadi di republik ini.
Cadangan devisa tak lain adalah alat pembayaran yang berlaku secara internasional, lazimnya dalam denominasi mata uang yang dianggap kuat di dunia seperti US Dollar, Euro, Yen atau dalam bentuk emas.
Fakta luar biasa besarnya jumlah cadangan devisa China dan sebagian besar ditanamkan dalam surat utang AS ini berarti Chinalah yang sebenarnya membiayai AS, sekaligus menjadi tergantung pada AS. Kalau ekonomi AS runtuh dan nilai mata uangnya merosot, jelas China akan mengalami kerugian luar biasa. Sebaliknya bila China tidak lagi mau membeli surat utang AS, maka AS akan kelabakan karena biaya utangnya akan melonjak dan harga surat utangnya anjlok.
Tak heran, perseturuan dan sekaligus saling ketergantungan antara China dan AS oleh beberapa pihak disebut sebagai ‘chicken game’. Di dalam chicken game, keduanya hanya saling menggertak, tak ada yang benar-benar berani menyerang. Bila benar-benar saling menyerang, keduanya akan sama-sama hancur. Lazimnya, satu pihak akan sedikit mengalah sekedar untuk meredakan ketegangan. Ini misalnya ditunjukkan oleh Pemerintah China menghadapi desakan para pemimpin dunia menjelang berlangsungnya pertemuan pemimpin negara-negara yang tergabung dalam kelompok G-20 di Toronto, Canada beberapa waktu lalu. Seminggu sebelum pertemuan tersebut berlangsung, bank sentral China, People Bank of China (PBOC) menyatakan akan melepas sistem pegging mata uangnya terhadap US Dollar secara bertahap (Siaran Pers PBOC, tanggal 19 Juni 2010).
Meski pernyataan PBOC tadi, untuk sementara meredakan ketegangan atau desakan ke China, namun faktanya sampai saat ini nilai tukar mata uang China masih tidak banyak bergerak (menguat). Sekarang di kisaran 6,78 per US Dollar.
Kebijakan mata uang China memang ibarat senjata andalan China dalam menghadapi peperangan modern saat ini. Perang di bidang ekonomi dan pasar keuangan.
Menurut Paul Krugman, seorang ekonom dari AS, menyatakan bahwa kesimpangsiuran menyangkut nama mata uang China, Yuan atau Renmimbi juga merupakan salah satu strategi China mengahadapi gempuran desakan untuk melepaskan sistem pegging mata uangnya. Gurauan ini dinyatakan dalam artikel pendeknya berjudul ‘what’s in a name?’ (The New York Time, 23 Oktober 2009).


TUGAS KELOMPOK 7
DI SUSUN OLEH :

NO
NO. URUT
NIM
NAMA
1
34
136 120 10 55
ABDUL RAHIM
2
35
136 120 10 45
MUFLIHA
3
36
136 120 10 46
RISMAWATI M.
4
37
136 120 10 57
WAHYUDI
5
38
136 120 10 58
DARUSSALAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar